RuangKarya MAN 2 Pasuruan
Cerpen Karya Guru & Asatidz

Kentut Berkisah

Dr.Moh.Irham Zuhdi,S.Pd.,M.Pd
Dr.Moh.Irham Zuhdi,S.Pd.,M.Pd Guru & Tenaga Pendidik MAN 2
14 September 2026 3 dibaca 0 disukai 0 komentar

KENTUT BERKISAH

Oleh MOH.IRHAM ZUHDI

 

Pada suatu hari, ketika para sahabat Nabi SAW berada di masjid, mereka tengah khusyu’ menunggu sholat Isya’ , ada yang membaca wirid, Sebagian membaca al qur’an dan ada juga yang hanya sekedar duduk sambil berbincang ringan bersama sahabat yang lain. Kebanyakan dari mereka sudah dalam keadaan suci (berwudlu) sehingga bisa segera bergabung shaf bersama Nabi SAW untuk sholat berjamaah. Beberapa orang ahli suffah sudah tampak di masjid lebih awal.

Ahlu suffah adalah sahabat berasal dari Makkah (muhajirin) yang sengaja tinggal di serambi belakang masjid Nabawi untuk menuntut ilmu. Beberapa hari ini mereka tidak makan karena tak ada makanan yang biasanya disediakan oleh para penduduk sekitar masjid. Ketika azdan akan berkumandangkan tiba-tiba ada orang membawa nampan besar berisi daging onta yang sudah dibakar dan diberi bumbu sehingga baunya mengundang selera makan ahlu suffah. Tiga hari sangat panjang bagi mereka merindukan makanan. Tiba-tiba Rasulullah SAW menghentikan sahabat Bilal yang hendak mengumandangkan adzan. Rasulullah SAW bermaksud mendahulukan ahlu suffah dan sahabat lainnya untuk terlebih dulu menikmati daging onta.

Mereka semua makan dengan lahab. Di tengah mereka makan bersama Rasulullah SAW itu tiba-tiba mereka mencium bau busuk yang sangat menyengat mengalahkan sedapnya bumbu daging onta. Tak ada suara tetapi bau itu bisa dipastikan berasal dari kentut salah satu mereka yang sedang makan. Tentulah beberapa sahabat marah dan mencari-cari pelakunya. Ia yakin bakal segera ketemu jika nanti dia berwudlu setelah Bilal mengumandangkan adzan. Tentu dialah pelakunya. Sementara itu salah seorang yang kentut merasakan malu yang luar biasa bercampur takut. Ia rupanya memutar otak agar aksi kentutnya tak terbongkar. Ia berencana tidak akan mengambil air wudlu untuk mengelabuhi agar aksinya tidak ketahuan. Dia akan langsung ikut sholat dan berniat akan mengganti sholatnya lagi di lain waktu.

Nabi saw rupanya sangat memahami bahwa situasi saat itu sangat tegang. Oleh karenanya Nabi memerintahkan agar semua sahabat yang sudah makan daging onta untuk berwudlu. Beliau mengajak mereka berwudlu bukan karena telah batal tetapi karena selesai makan daging onta. Sehingga wudlu’ bisa dilakukan kapan saja tanpa menunggu batal, hukumnya sunnah. Betapa senangnya orang yang sudah kentut itu karena kehormatnnya telah diselamatkan oleh Rasulullah SAW.

Begitulahlah cara nabi berakhlak baik bahkan untuk menyelamatkan aib bahkan nyawa seseorang agar dia tidak dipermalukan, allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad.

Dr.Moh.Irham Zuhdi,S.Pd.,M.Pd

Dr.Moh.Irham Zuhdi,S.Pd.,M.Pd

Guru / Asatidz

Kepala Madrasah

Lihat semua karya Dr.Moh.Irham Zuhdi,S.Pd.,M.Pd →

Apresiasi & Komentar 0

Sampaikan tanggapan positif, ulasan, atau apresiasi santun untuk penulis karya.

Ingin memberikan apresiasi atau tanggapan pada karya ini?

Masuk untuk Berkomentar

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama mengapresiasi karya ini!